BAN-S/M melatih 204 calon Pelatih Asesor tahun 2017

Bekasi, BAN-S/M−Akreditasi sekolah/madrasah merupakan kegiatan penilaian kelayakan satuan pendidikan berdasarkan kriteria yang telah ditetapkan dan dilakukan oleh BAN-S/M. Pelaksanaan Akreditasi sekolah/madrasah tahun 2017 menjadi cukup penting dan signifikan karena akan menggunakan perangkat akreditasi yang baru. Untuk memenuhi kebutuhan pelatih asesor yang memiliki kemampuan melatih calon asesor di setiap provinsi seluruh Indonesia, BAN-S/M menyelenggarakan kegiatan Pelatihan untuk Pelatih Asesor Akreditasi Sekolah/Madrasah dengan Pola 40 jam materi di Hotel Amaroossa Kota Bekasi, Jawa Barat. Sekitar 204 calon Pelatih Asesor yang berasal dari 34 utusan BAP-S/M seluruh Indonesia ini akan mengikuti kegiatan pelatihan selama lima hari. Setiap BAP-S/M mengirimkan enam orang untuk menjadi Peserta yang terdiri atas dua orang Peserta Pelatihan jenjang SD/MI, sementara peserta jenjang SMP/MTs, SMA/MA, SMK, dan SLB, masing-masing satu orang. Kegiatan ini dibuka pada 17/3/2017 oleh Ir. Totok Suprayitno, Ph.D., selaku Kepala Balitbang Kemendikbud.

Dalam sambutan Ketua Panitia, Yenita, S.Pd., M.Si berharap agar melalui pelatihan ini peserta memiliki pemahaman dan penguasaan terhadap perangkat akreditasi sekolah/madrasah 2017, keterampilan menggunakan software Aplikasi Penskoran dan Pemeringkatan Hasil Akreditasi, serta kemampuan melatih asesor. Beberapa kegiatan dilaksanakan bersama seluruh peserta (pleno), sebagian dalam bentuk kelas, kelompok, dan individu. Di samping menerima penjelasan dan contoh dari nara sumber, peserta juga  akan melakukan diskusi, simulasi, dan praktik penskoran.

Peserta dari setiap provinsi terdiri atas unsur anggota BAP-S/M, Asesor yang berkinerja baik, dan orang yang pernah aktif dalam kegiatan akreditasi. Selama proses pelaksanaan pelatihan akan diadakan evaluasi terhadap peserta yang meliputi pengetahuan (50%), keterampilan (30%), dan sikap (20%). Evaluasi materi pengetahuan dilakukan pada setiap akhir sesi. Peserta pelatihan yang dinyatakan lulus harus memenuhi kriteria kelulusan, yaitu memperoleh nilai minimal 85 dan mematuhi tata tertib yang berlaku. Peserta pelatihan yang dinyatakan lulus akan memperoleh sertifikat serta mempunyai kewenangan untuk menjadi pelatih asesor di tingkat provinsi. [dha]